Kitab Turats

Pendidikan

Pengabdian

1684471114775
20240126_203334

Profil

Pondok Pesantren Al-Falah

Pondok Pesantren Al-Falah secara geografis bertempat di Jl. KH. Syamsul Arifin No.01 Dusun Parebalan Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Secara resmi didirikan sejak tahun 1937 oleh pengasuh pertama KH. Syamsul Arifin.

Lembaga Pendidikan Pesantren
Pondok Pesantren Al-Falah
Karangharjo Silo Jember

0
Santri Putra
0
Santri Putri
0
Jumlah Santri
0
Jumlah SDM
Headline News

Informasi Terbaru

Membangun Kepemimpinan yang Berkarakter, Berintegritas, Berani, dan kritis untuk menjadi pemimpin

Jember, 7 Februari 2024 – Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti Pondok Pesantren Al-Falah di

Annuqayah dan Tantangan Pesantren di Era Disrupsi: Catatan Pengantar M. Mushthafa

Era disrupsi menghadirkan tantangan bagi pesantren dan santri untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Peran

Pelantikan Pengurus IAA Cabang Jember 2024-2029 dan Seminar Nasional: Tantangan Pesantren

Jember, 3 Februari 2024 – Suasana kehangatan dan semangat perubahan terasa kental saat pelantikan Pengurus

Agenda Kegiatan

Sejarah

Pondok Pesantren Al-Falah

Pondok pesantren tertua di Silo, kecamatan paling timur di kabupaten Jember, adalah Pondok Pesantren al-Falah. Lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1938 ini dirintis oleh K.H. Muhammad Syamsul Arifin, salah seorang santri K.H. Abdullah as-Sajjad. Tokoh kelahiran dusun Penanggungan, Guluk-guluk ini, menetap di desa Karangharjo, Silo, setelah beberapa kali menjajaki usaha perdagangan di pulau Jawa. Namun, alih-alih berhasil menjadi pedagang, ia justru dipercaya oleh masyarakat untuk berdakwah dan mengajarkan agama kepada mereka. Oleh K.H. Abdul Wali, seorang tokoh agama di desa Karangharjo yang juga pengelola Masjid Jami al-Baitul Amin, Kiai Syamsul Arifin diminta untuk menetap dan ikut membantunya dalam mengelola kegiatan keagamaan di masjid jami.

Di tahun-tahun pertamanya, Kiai Syamsul Arifin mengajar para santri dengan metode pengajaran sederhana. Ia membimbing para santri di langgar dengan metode halaqah, wetonan dan sorogan. Ia biasanya mengajar kitab Sullam al-Taufiq karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani dan Bidayat al-Hidayah oleh Imam al-Ghazali. Ia juga memanfaatkan kesenian dan kegiatan budaya sebagai alat untuk mendakwahkan Islam ke masyarakat. Antara lain, ia berdakwah melalui seni macopat dan seni beladiri khas Madura yang disebut pencak silat. Sebelum kedatangan Kiai Syamsul Arifin, desa Karangharjo dikenal sebagai desa para jago atau jawara yang gemar mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap masyarakat kecil. Carok dan perkelahian merupakan peristiwa sehari-hari pada waktu itu. Kiai Syamsul Arifin menaklukkan mereka dan menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak Islam kepada mereka. Memang, kebanyakan santri awal Kiai Syamsul Arifin adalah mantan jawara yang telah insaf dan memilih jalan hidup yang lurus.

KH. M. Syamsul Arifin (Alm)
Pendiri Pesantren A-Falah
K. Ahmad Zain (Alm)
Pengasuh
K.H. Muhammad Jauhari (Alm)
Pengasuh
KH. Abdul Muqit Arief
Pengasuh (1993 - Sekarang)
KH. Ahmad Nur Hariri
Dewan Pengasuh
K. Muhammad Ma'mun
Dewan Pengasuh

"Niat Mondok
Untuk Mengaji & Membina Akhlaqul Karimah."